Strukka

Catat Hutang & Piutang Pelanggan di Aplikasi Kasir: Ganti Buku Bon Tanpa Ribut

Diterbitkan 28 Oktober 2026

Kartu kebijakan bon, kartu piutang per pelanggan dengan contoh bayar sebagian, cara memisahkan bon dari uang kas saat tutup kasir, template pesan tagihan WhatsApp yang sopan, dan catatan singkat soal hutang ke supplier.

Buku bon di bawah meja kasir sudah penuh coretan. Bu Sri bilang minggu lalu sudah bayar setengah, tapi di buku belum tercatat. Halaman bulan lalu kena tumpahan teh. Di laporan, omzet terlihat besar, tapi uang di laci terasa tipis, karena sebagian "penjualan" itu sebenarnya masih berupa janji bayar.

Memberi bon ke pelanggan langganan adalah bagian dari budaya warung, dan tidak harus dihentikan. Yang perlu dibenahi adalah aturannya dan cara mencatatnya. Panduan ini membahas aturan bon tertulis, kartu piutang per pelanggan, contoh bayar sebagian, cara memisahkan piutang dari uang kas saat tutup kasir, dan template pesan tagihan yang sopan.

Jawaban singkat: Cara aman mencatat hutang pelanggan: tetapkan aturan bon tertulis (siapa boleh, batas nominal, jatuh tempo), catat setiap bon di aplikasi kasir atau buku khusus per nama pelanggan dengan tanggal dan rincian barang, pisahkan dari uang tunai saat tutup kasir, lalu cocokkan sisa piutang tiap minggu dan tagih dengan pengingat yang sopan.

Hutang vs piutang, dalam bahasa warung

Dua istilah ini sering tertukar:

  • Piutang pelanggan: pelanggan yang berutang ke tokomu. Contohnya Bu Sri ambil beras hari ini, bayar akhir bulan.
  • Hutang usaha: tokomu yang berutang ke pihak lain, biasanya supplier atau agen yang memberi barang dengan tempo.

Artikel ini fokus pada piutang pelanggan, karena itulah yang paling sering bikin pusing di warung dan toko kelontong. Sisi hutang ke supplier dibahas singkat di bagian akhir.

Satu catatan: artikel ini membahas sisi operasional. Untuk pencatatan akuntansi, pelaporan pajak, atau masalah hukum terkait utang, konsultasikan dengan akuntan atau ahlinya.

Buat aturan bon tertulis dulu

Masalah bon jarang dimulai dari pelanggan yang nakal. Biasanya dimulai dari aturan yang tidak pernah jelas: siapa boleh bon, sampai berapa, dan kapan harus dibayar. Akibatnya, kasir memutuskan sendiri-sendiri, dan owner baru tahu saat totalnya sudah besar.

Kartu kebijakan bon (cetak dan tempel di balik meja kasir):

  • Siapa boleh bon: pelanggan tetap yang sudah dikenal minimal … bulan
  • Batas nominal per pelanggan: Rp …
  • Jatuh tempo: setiap tanggal … atau maksimal … hari
  • Bon baru ditahan kalau masih ada bon yang lewat jatuh tempo
  • Setiap bon dicatat saat itu juga, dan pelanggan diberi bukti
  • Siapa boleh menyetujui bon: owner atau kepala toko
  • Tidak ada bunga atau denda kecuali sudah disepakati tertulis

Tidak ada angka batas bon yang baku. Salah satu pendekatan yang masuk akal adalah menyesuaikannya dengan belanja mingguan pelanggan itu. Yang penting, angkanya ditulis dan berlaku sama untuk semua orang, supaya kasir tidak perlu merasa sungkan saat menolak.

Cara mencatat bon dengan rapi

Apa pun alatnya, buku khusus, spreadsheet, atau aplikasi kasir, setiap bon perlu memuat:

  • Nama pelanggan dan kontaknya
  • Tanggal bon
  • Rincian barang atau nomor nota
  • Total bon
  • Tanggal jatuh tempo
  • Pembayaran yang sudah masuk, beserta tanggalnya
  • Sisa yang belum dibayar

Ada satu hal penting: bon tetap dicatat sebagai penjualan. Barangnya sudah keluar dari rak, jadi stok harus berkurang. Yang berbeda hanya statusnya, yaitu belum dibayar. Kalau bon hanya ditulis di buku tanpa dicatat di kasir, stok di sistem akan selisih dengan stok di rak.

Cek apakah aplikasi kasirmu bisa menyimpan transaksi belum lunas per pelanggan. Kalau bisa, manfaatkan. Kalau belum, catat penjualannya seperti biasa di kasir, lalu pakai kartu piutang terpisah per pelanggan seperti contoh di bawah.

Kalau tokomu punya ciri warung sembako, misalnya barang harian, satuan ecer, dan pelanggan tetap, kriteria memilih sistemnya ada di panduan aplikasi kasir untuk toko sembako.

Contoh: bayar sebagian (ilustrasi)

Skenario fiktif: Bu Sri adalah pelanggan tetap sebuah warung kelontong. Jatuh tempo bonnya disepakati setiap tanggal 25. Semua angka adalah ilustrasi.

Kartu piutang Bu Sri:

Tanggal Keterangan Bon (+) Bayar (−) Sisa
2 Okt Beras 5 kg, minyak 2 L Rp120.000 Rp120.000
9 Okt Gula, telur Rp65.000 Rp185.000
15 Okt Bayar sebagian (tunai) Rp100.000 Rp85.000
25 Okt Jatuh tempo, sisa ditagih Rp85.000

Hitungannya: Rp120.000 + Rp65.000 = Rp185.000, lalu dikurangi pembayaran Rp100.000, sisa Rp85.000.

Dengan kartu seperti ini, kalau Bu Sri bilang "kemarin sudah bayar setengah", kamu bisa menunjukkan tanggal dan nominalnya tanpa berdebat. Setiap kali ada pembayaran, berikan bukti ke pelanggan, misalnya foto kartu piutang atau struk digital via WhatsApp. Bukti yang sama di kedua pihak adalah cara paling sederhana untuk mencegah salah paham.

Piutang bukan uang di laci: pisahkan saat tutup kasir

Kesalahan yang paling sering terjadi: bon dihitung sebagai tunai saat tutup kasir. Hasilnya, laci selalu terlihat "kurang", padahal uangnya memang belum pernah masuk.

Contoh sederhana untuk satu hari (angka ilustrasi):

Item Nilai
Total penjualan hari ini Rp2.000.000
Di antaranya bon dari beberapa pelanggan Rp185.000
Tunai seharusnya dari penjualan (jika sisanya tunai semua) Rp1.815.000
Pembayaran bon lama yang masuk hari ini Rp100.000
Total tunai yang seharusnya ada (di luar modal awal) Rp1.915.000

Dua aturan dari tabel ini:

  • Bon hari ini tidak masuk hitungan tunai. Penjualannya tercatat, tapi uangnya belum ada.
  • Pembayaran bon lama dicatat sebagai baris penerimaan terpisah, bukan dicampur ke penjualan hari ini. Kalau dicampur, omzet hari itu terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.

Langkah lengkap menghitung uang laci, modal awal, dan selisih per shift dibahas di panduan laporan tutup kasir dan rekap shift.

Setiap minggu, jumlahkan sisa di semua kartu piutang dan bandingkan dengan minggu sebelumnya. Kalau totalnya terus naik, itu tanda aturan bon perlu diperketat.

Menagih dengan sopan: template pesan WhatsApp

Menagih bon sering terasa canggung, apalagi kalau pelanggannya tetangga sendiri. Pesan yang singkat, jelas angkanya, dan dikirim secara pribadi biasanya diterima dengan baik.

Pengingat sehari sebelum jatuh tempo:

Selamat sore, Bu Sri. Mengingatkan catatan belanja di toko kami sebesar Rp85.000, jatuh tempo besok tanggal 25. Terima kasih sudah jadi langganan kami 🙏

Setelah lewat jatuh tempo:

Bu Sri, catatan belanja Rp85.000 per tanggal 25 Oktober belum kami terima. Kalau mau dicicil, kabari saja ya, Bu. Terima kasih.

Beberapa prinsip yang menjaga hubungan baik:

  • Kirim secara pribadi, jangan di grup RT atau grup pelanggan.
  • Jangan pajang daftar penghutang di toko atau di media sosial.
  • Sebutkan angka dan tanggal yang sama dengan kartu piutang.
  • Tawarkan cicilan kalau pelanggan sedang kesulitan, dan catat kesepakatannya.
  • Jangan menambahkan bunga atau denda yang tidak pernah disepakati.

Kalau bon terus menumpuk dan tidak dibayar, jalankan aturan yang sudah ditulis: tahan bon baru sampai yang lama lunas.

Sisi lain: hutang ke supplier

Banyak warung juga mengambil barang dari agen dengan tempo. Prinsip pencatatannya sama: tanggal terima barang, nomor nota agen, total, jatuh tempo, pembayaran, dan sisa.

Yang perlu ditambahkan adalah kalender jatuh tempo. Setiap minggu, cocokkan tagihan supplier yang akan jatuh tempo dengan perkiraan uang masuk, termasuk bon pelanggan yang dijadwalkan dibayar. Dengan begitu, kamu tidak terjepit membayar agen saat banyak pelanggan belum melunasi bon.

Apa yang perlu dicek di aplikasi kasir

Kalau sedang memilih aplikasi kasir, uji dengan beberapa contoh bon:

  • Cek apakah transaksi bisa disimpan dengan status belum lunas per pelanggan
  • Cek apakah bisa mencatat pembayaran sebagian dan melihat sisanya
  • Cek apakah ada riwayat transaksi dan pembayaran per pelanggan
  • Cek apakah ada laporan sisa piutang yang bisa dibuka owner
  • Cek apakah ada pengingat jatuh tempo, atau pengingat tetap dikirim manual
  • Pastikan stok tetap berkurang saat barang keluar lewat bon
  • Pastikan transaksi tetap tercatat saat internet putus

Kalau kamu punya beberapa outlet, catat piutang di outlet tempat transaksi terjadi, lalu cek apakah owner bisa merekapnya dari satu tempat. Kalau fitur piutang belum ada, kartu piutang manual ditambah laporan penjualan sudah cukup untuk mulai rapi.

Strukka mencatat setiap transaksi lengkap dengan nama pelanggan dan menyajikan laporan penjualan. Kamu bisa daftar gratis, lalu catat penjualan seminggu dengan nama pelanggan di setiap transaksi dan cocokkan transaksi pelanggan bon dengan kartu piutang manual di atas.

Penutup

Urutannya: tulis aturan bon → catat setiap bon per pelanggan → pisahkan dari uang kas saat tutup kasir → cek total piutang setiap minggu → tagih dengan sopan. Mulai dari lima pelanggan bon terbesar. Pindahkan catatan mereka ke kartu piutang yang rapi, kirim pengingat sebelum jatuh tempo, lalu lihat apakah sisa piutang mulai turun dalam sebulan.

Kalau ingin mencoba pencatatan penjualan dan laporan untuk tokomu, daftar gratis di Strukka, atau tanya dulu lewat WhatsApp yang tertera di strukka.id.

Pertanyaan yang sering ditanya

Berapa batas bon pelanggan yang wajar?

Tidak ada angka baku. Salah satu pendekatan adalah menyesuaikannya dengan belanja mingguan pelanggan itu. Yang penting, batasnya ditulis di aturan bon dan berlaku sama untuk semua pelanggan.

Apakah bon dihitung sebagai omzet?

Penjualannya tetap dicatat karena barang sudah keluar dan stok berkurang, tetapi uangnya belum masuk. Pisahkan bon dari uang tunai saat tutup kasir, dan catat pembayaran bon lama sebagai penerimaan terpisah. Untuk perlakuan akuntansinya, tanyakan ke akuntan.

Bagaimana mencatat pelanggan yang bayar sebagian?

Catat tanggal dan nominal pembayarannya di kartu piutang pelanggan, lalu perbarui sisanya. Berikan bukti ke pelanggan, misalnya foto kartu atau struk, supaya kedua pihak memegang angka yang sama.

Perlu kirim bukti bon ke pelanggan?

Disarankan. Bukti berupa foto catatan atau struk digital membantu mencegah salah paham soal berapa yang sudah dibayar dan berapa sisanya, terutama kalau bon berjalan beberapa minggu.

Bagaimana kalau bon menumpuk dan tidak dibayar?

Jalankan aturan yang sudah ditulis: tahan bon baru sampai bon lama lunas. Tagih secara pribadi dengan pesan yang sopan dan jelas angkanya, tawarkan cicilan bila perlu, dan jangan menambahkan bunga atau denda yang tidak pernah disepakati.

Apakah cara ini bisa dipakai di beberapa outlet?

Bisa. Catat piutang di outlet tempat transaksi terjadi, lalu rekap totalnya untuk owner setiap minggu. Mencatat nama pelanggan di setiap transaksi memudahkan rekap ini dicocokkan dengan kartu piutang.

Coba Strukka untuk toko kamu

Kasir rapi, stok terpantau, laporan otomatis.

Coba gratis