Strukka

MDR QRIS: Berapa Biaya Merchant Sekarang dan Apa Dampaknya ke Penerimaan Bersih UMKM

Diterbitkan 23 Oktober 2026

Tarif MDR QRIS resmi yang berlaku sejak 1 Oktober 2026, simulasi penerimaan bersih kafe dari rekap kasir, larangan membebankan biaya ke pelanggan, dan checklist rekonsiliasi QRIS harian per outlet.

Total penjualan QRIS di laporan kasir hari ini Rp3.700.000, tapi dana yang masuk sedikit lebih kecil. Di berita kamu dengar "MDR QRIS sekarang 0%", jadi kenapa masih ada potongan? Lalu ada kasir yang mengusulkan, "Kalau bayar QRIS, tambah Rp1.000 saja, Bu, biar tidak rugi."

Tiga situasi itu berangkat dari satu hal yang sama: aturan MDR QRIS belum dipahami utuh. Panduan ini membahas apa itu MDR, siapa yang menanggungnya, tarif yang berlaku sejak 1 Oktober 2026 menurut Bank Indonesia, cara menghitung penerimaan bersih dari rekap kasir, dan checklist rekonsiliasi harian per outlet.

Jawaban singkat: MDR QRIS adalah biaya jasa yang dibayar merchant ke penyedia jasa pembayaran setiap kali menerima QRIS, dan tidak boleh dibebankan ke pembeli. Sejak 1 Oktober 2026, Bank Indonesia menetapkan MDR 0% untuk transaksi sampai Rp100.000 di semua kategori merchant, dan sampai Rp500.000 untuk usaha mikro. Di atas batas itu, tarif tetap berlaku.

Apa itu MDR QRIS dan siapa yang menanggungnya?

MDR (Merchant Discount Rate) adalah biaya jasa yang dikenakan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) kepada merchant untuk setiap transaksi QRIS. PJP ini bisa bank atau penyedia pembayaran tempat kamu mendaftar sebagai merchant QRIS.

Tiga hal yang perlu diingat:

  • MDR ditanggung merchant. Biaya ini tidak boleh dibebankan kepada pembeli, baik sebagai tambahan harga maupun baris biaya terpisah di struk.
  • Bank Indonesia tidak mengambil bagian dari MDR. Menurut penjelasan Bank Indonesia tentang MDR QRIS, biaya ini sepenuhnya untuk industri sistem pembayaran.
  • Aplikasi kasir tidak memotong MDR. Potongan dilakukan oleh PJP saat dana diteruskan ke merchant. Aplikasi kasir mencatat penjualan, sehingga kamu punya angka pembanding.

Perlu dibedakan juga: MDR adalah biaya per transaksi pembayaran, bukan biaya langganan software kasir. Kalau kamu sedang menghitung pengeluaran untuk sistem kasir, bahasannya ada di panduan biaya aplikasi kasir UMKM. Dua biaya ini sebaiknya dicatat terpisah supaya tidak tercampur saat menghitung margin.

Tarif MDR QRIS terbaru (berlaku 1 Oktober 2026)

Tabel berikut untuk merchant reguler, sesuai pengumuman Bank Indonesia:

Kategori merchant Nominal transaksi MDR mulai 1 Okt 2026 Sebelumnya
Usaha Mikro (UMI) ≤ Rp500.000 0% 0%
Usaha Mikro (UMI) > Rp500.000 0,3% 0,3%
Usaha Kecil, Menengah, Besar (UKE/UME/UBE) ≤ Rp100.000 0% 0,7%
Usaha Kecil, Menengah, Besar (UKE/UME/UBE) > Rp100.000 0,7% 0,7%

Sumber: siaran pers Bank Indonesia No.28/159/DKom tentang perluasan kebijakan MDR QRIS 0% (17 Agustus 2026).

Untuk merchant khusus, ringkasnya: pendidikan dan SPBU kini juga 0% sampai Rp100.000 (di atasnya 0,6% untuk pendidikan dan 0,4% untuk SPBU), sedangkan kategori BLU, PSO, G2P, dan P2G tetap 0%.

Yang sering disalahpahami: 0% berlaku untuk transaksi sampai batas nominal tertentu, bukan untuk semua transaksi. Nota Rp250.000 di kafe yang tercatat sebagai usaha kecil tetap terkena 0,7%. Karena itu, potongan masih bisa muncul walaupun berita menyebut "MDR 0%".

Ketentuan pembayaran bisa berubah. Kalau ada keraguan, cek langsung ke sumber resmi Bank Indonesia dan pengumuman PJP kamu.

Cara tahu kategori merchant kamu

Kategori merchant (mikro, kecil, menengah, atau besar) tercatat di PJP atau bank saat kamu mendaftar. Jangan menebak sendiri dari omzet, dan jangan mengandalkan obrolan grup.

Cara mengeceknya:

  • Buka aplikasi atau dasbor merchant dari PJP kamu dan cari informasi kategori merchant.
  • Baca pengumuman penyesuaian MDR dari PJP. Beberapa bank sudah mengirim pengumuman yang merujuk ke kebijakan Bank Indonesia di atas.
  • Kalau masih ragu, tanyakan langsung ke layanan merchant PJP kamu.

Kalau kamu punya beberapa outlet yang didaftarkan terpisah, cek kategori per outlet. Bisa saja kategori tiap outlet berbeda, dan itu memengaruhi perkiraan potongan per cabang.

Simulasi: berapa yang benar-benar masuk? (ilustrasi)

Skenario fiktif: Kafe "Kopi Pagi" tercatat sebagai usaha kecil di PJP-nya. Ini rekap pembayaran QRIS satu hari dari laporan kasir. Semua angka adalah ilustrasi, bukan tagihan PJP.

Transaksi QRIS Jumlah nota Nominal per nota MDR Potongan
Kopi + roti 60 Rp45.000 0% (≤ Rp100.000) Rp0
Pesanan rombongan 4 Rp250.000 0,7% 4 × Rp1.750 = Rp7.000
Total 64 Rp3.700.000 Rp7.000

Penerimaan bersih QRIS (ilustrasi): Rp3.700.000 − Rp7.000 = Rp3.693.000.

Sebagai pembanding, dengan aturan sebelumnya (0,7% untuk semua nominal di kategori usaha kecil), potongan hari yang sama adalah Rp3.700.000 × 0,7% = Rp25.900.

Untuk usaha mikro, contohnya lebih sederhana: nota Rp600.000 berada di atas batas Rp500.000, jadi potongannya 0,3% × Rp600.000 = Rp1.800 (ilustrasi).

Pelajarannya: rekap per nominal nota, bukan per total harian. Dua kafe dengan omzet QRIS yang sama bisa punya potongan yang sangat berbeda, tergantung berapa banyak nota besar di atas batas. Kalau kamu ingin melihat dampaknya ke laba, cara membaca margin dari data kasir dibahas di panduan promo tanpa gerus margin.

Catatan: cara PJP membulatkan potongan dan waktu dana masuk bisa berbeda. Jadikan simulasi ini sebagai perkiraan, lalu cocokkan dengan riwayat di aplikasi merchant.

Jangan bebankan MDR ke pelanggan, dan jangan "akali" dengan pecah nota

Perhatian: MDR ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan ke pembeli. Tidak ada "biaya QRIS Rp1.000", tidak ada harga berbeda untuk tunai dan QRIS, dan tidak ada baris "biaya QRIS" di struk.

Kalau ada kasir yang mengusulkan tambahan biaya, jelaskan bahwa itu bukan kebijakan toko. Tulis aturannya di SOP kasir supaya semua staf memberi jawaban yang sama saat pelanggan bertanya.

Ada juga godaan lain: memecah satu pesanan Rp250.000 menjadi tiga nota di bawah Rp100.000 supaya "kena 0%". Jangan lakukan ini. Selain berisiko melanggar ketentuan PJP, praktik ini merusak data penjualanmu sendiri:

  • Nilai rata-rata per nota jadi terlihat lebih kecil dari kenyataan.
  • Jumlah transaksi membengkak, sehingga analisis jam ramai jadi salah.
  • Produk terlaris dan perhitungan komisi staf ikut kacau.
  • Pelanggan bingung saat menerima tiga struk untuk satu pesanan.

Biaya MDR sebaiknya diperlakukan sebagai bagian dari biaya usaha, lalu diperhitungkan saat menyusun harga jual secara keseluruhan.

Rekonsiliasi QRIS harian per outlet dari data kasir

Rekonsiliasi berarti mencocokkan penjualan QRIS yang tercatat di kasir dengan riwayat transaksi dan dana masuk di aplikasi merchant PJP. Prosesnya sejalan dengan tutup kasir harian, yang akan kita bahas di panduan terpisah.

Checklist rekonsiliasi QRIS (bisa dicetak):

  • Tarik laporan penjualan per metode bayar (tunai, QRIS, lainnya) per tanggal dan per outlet
  • Cocokkan jumlah nota QRIS di kasir dengan riwayat di aplikasi merchant PJP
  • Tandai nota di atas Rp100.000 (atau di atas Rp500.000 untuk usaha mikro) sebagai perkiraan MDR
  • Bandingkan dana masuk dengan (total QRIS − perkiraan MDR); kalau ada selisih, cek refund, void, dan tanggal settlement
  • Pastikan tidak ada baris "biaya QRIS" di struk atau daftar harga
  • Simpan bukti rekap mingguan per outlet

Kalau angkanya tidak cocok, tabel ini membantu mencari penyebabnya:

Gejala Kemungkinan sebab Tindakan
Dana masuk lebih kecil dari perkiraan Ada refund atau void, atau sebagian dana belum settle Cocokkan per tanggal settlement, bukan tanggal transaksi
Nota QRIS di kasir lebih banyak dari riwayat PJP Ada nota tercatat dua kali, atau pembayaran tunai diinput sebagai QRIS Cek ulang metode bayar di nota yang dicurigai
Kasir minta tambahan biaya QRIS ke pelanggan SOP belum ditulis Tegaskan larangan surcharge di SOP dan briefing
Potongan cabang A dan B berbeda jauh Kategori merchant tiap outlet berbeda, atau pola nominal nota berbeda Cek kategori per outlet di PJP, bandingkan sebaran nominal nota

Apa yang perlu dicek di aplikasi kasir

Aplikasi kasir tidak menentukan tarif MDR. Perannya adalah memberi data yang rapi untuk dicocokkan. Saat menguji di demo atau akun gratis, perhatikan:

  • Cek apakah laporan kasir bisa memisahkan penjualan tunai, QRIS, dan transfer
  • Cek apakah laporan bisa ditarik per tanggal dan per outlet
  • Cek apakah laporan bisa diekspor untuk dicocokkan dengan riwayat dari PJP
  • Cek apakah transaksi tetap tercatat saat internet putus, lalu tersinkron setelah online
  • Cek apakah aplikasi punya QRIS yang terhubung ke alur kasir, dan dengan PJP mana

Banyak owner merekap QRIS dari laporan kasir ditambah riwayat transaksi PJP di spreadsheet sederhana. Cara ini sudah cukup untuk kebanyakan UMKM. Kalau kamu masih menimbang antara QR yang ditempel di meja dan QR yang nominalnya mengikuti total belanja, bahas dulu di panduan QRIS terintegrasi vs QRIS print.

Strukka membantu mencatat transaksi, mengontrol stok, dan melihat laporan untuk beberapa outlet dalam satu akun, termasuk saat offline. Kamu bisa daftar gratis, lalu coba rekap penjualan satu minggu dan jalankan checklist di atas.

Penutup

Urutannya: tahu tarif terbaru → cek kategori merchant di PJP → hitung penerimaan bersih dari rekap per nominal → cocokkan setiap hari per outlet → jangan bebankan biaya ke pelanggan. Mulai dari satu outlet selama satu minggu, catat berapa nota yang melewati batas, lalu bandingkan perkiraanmu dengan dana yang benar-benar masuk.

Untuk urusan pajak dan pembukuan atas biaya ini, konsultasikan dengan konsultan pajak atau akuntan. Kalau ingin mencoba merapikan laporan penjualan per outlet, daftar gratis di Strukka, atau tanya dulu lewat WhatsApp yang tertera di strukka.id.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah sekarang semua transaksi QRIS gratis?

Tidak. Sejak 1 Oktober 2026, MDR 0% berlaku untuk transaksi sampai Rp100.000 di semua kategori merchant, dan sampai Rp500.000 untuk usaha mikro. Transaksi di atas batas itu tetap dikenakan MDR sesuai kategori merchant, yaitu 0,3% untuk usaha mikro dan 0,7% untuk usaha kecil, menengah, dan besar.

Boleh menambahkan biaya QRIS ke pelanggan?

Tidak boleh. Menurut Bank Indonesia, MDR ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen. Jangan ada tambahan harga khusus QRIS atau baris "biaya QRIS" di struk.

Bagaimana cara tahu usaha saya termasuk mikro atau kecil?

Kategori merchant tercatat di PJP atau bank saat kamu mendaftar QRIS. Cek di aplikasi atau dasbor merchant, atau tanyakan langsung ke layanan merchant PJP kamu. Jangan menebak dari omzet sendiri.

Kenapa dana QRIS yang masuk berbeda dari total di kasir?

Penyebab umumnya adalah MDR untuk nota di atas batas nominal, waktu settlement yang berbeda dari tanggal transaksi, serta refund atau void. Cocokkan per tanggal dan per outlet antara laporan kasir dan riwayat di aplikasi merchant.

Apakah aplikasi kasir yang memotong MDR?

Bukan. MDR dipotong oleh penyedia jasa pembayaran (PJP) saat dana diteruskan ke merchant. Aplikasi kasir mencatat penjualan, sehingga kamu punya angka pembanding untuk dicocokkan dengan dana yang masuk.

Apa bedanya topik MDR dengan QRIS dinamis vs statis?

MDR membahas biaya per transaksi yang ditanggung merchant, sedangkan dinamis atau statis membahas cara nominal pembayaran diisi. Perbandingan QR yang ditempel di meja dan QR yang mengikuti total belanja ada di panduan QRIS terintegrasi vs QRIS print di blog Strukka.

Coba Strukka untuk toko kamu

Kasir rapi, stok terpantau, laporan otomatis.

Coba gratis